TENTANG KELAYAKAN INVESTASI DAN MONITORING

"Setiap orang boleh berkembang dan Indonesia harus maju" adalah sesuatu yang kami yakini dan kami dukung. Kemajuan Indonesia adalah sumbangsih dari tiap-tiap orang yang berkembang sehingga dapat berkontribusi untuk kemajuan Indonesia. Untuk berkembang kita harus berani berinvestasi dalam bidang usaha (menjadi pengusaha). Menciptakan banyak pengusaha baru yang profesional akan menciptakan banyak lapangan kerja baru untuk rakyat dan mendorong kemajuan Indonesia.

Perlu analisa kelayakan yang mendalam sebelum seorang pengusaha berinvestasi agar tidak terjadi kegagalan investasi. RANJANANUSA hadir ditengah-tengah mereka dengan Rasa Hati yang Kuat (Cinta) dan dengan segala sumber daya yang kami miliki untuk membantu seluruh pengusaha di Indonesia yang ingin berkembang dalam bidang usaha pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan dan pengolahannya.

 

Dalam menilai kelayakan investasi dan monitoring banyak permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh para pengusaha, seperti:

  • Bagaimana menginventaris dan mengolah rencana data produk dengan efesien?
  • Bagaimana menghitung dan menginventaris biaya investasi dan menghitung nilai penyusutannya dengan efesien?
  • Bagaimana menghitung dan menginventaris biaya produksi atau operasi dengan efesien?
  • Bagaimana menghitung dan menginventaris rencana pendapatan dengan efesien?
  • Bagaimana menghitung analisa kelayakan dari rencana produk yang akan diproduksi dengan cepat dan efesien?
  • Bagaimana menghitung analisa kelayakan dari rencana proyek investasi dan memilih rencana investasi proyek terbaik?
  • Bagaimana menghitung dan menginventaris biaya-biaya yang sudah keluar untuk investasi dan operasi dengan efesien dan efektif?
  • Bagaimana menghitung dan menginventaris pendapatan dengan efesien dan efektif?
  • Bagaimana memonitoring usaha investasi yang sudah berjalan dengan efesien dan efektif dan menilai kondisi usaha investasi setiap saat
  • Bagaimana memantau jalannya usaha investasi dibandingkan dengan rencana awal usaha agar tidak melenceng/bergeser negatif dari rencana awal

 

Melalui fitur kelayakan investasi dan monitoring ini RANJANANUSA ingin membantu semua investor/pengusaha di seluruh Indonesia dalam berinvestasi dan menjalankan usahanya.

Fitur ini dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu Kelayakan Investasi dan Monitoring Investasi. Kelayakan investasi terdiri dari 10 (sepuluh) sub fitur dan Monitoring Investasi terdiri dari 7 (tujuh) sub fitur yang semuanya harus dipelajari dan diisi agar mendapatkan manfaat optimum dari fitur ini, yaitu:

 

1. Tentang Kelayakan Investasi dan Monitoring

Berisi informasi dan petunjuk penggunaan fitur Kelayakan Investasi dan Monitoring.

 

2. Data Rencana Proyek Investasi

Berisi informasi Data Rencana Proyek Investasi dimana informasinya diinputkan melalui form Data Rencana Proyek yang akan tampil saat kita klik Add Data. Data rencana proyek investasi dapat mempermudah kita menyimpan informasi data rencana proyek seperti :

 

  • Nama Rencana Proyek = Nama dari rencana proyek investasi yang akan dilakukan. Contoh: Budidaya Udang, Peternakan Kambing Etawa, Penggemukan Sapi ...dll
  • Alamat = Lokasi alamat dari rencana investasi.
  • Kapasitas Produksi per Tahun = Jumlah dari rencana produk yang akan dihasilkan selama 1 (satu) tahun.
  • Satuan = Satuan dari produksi
  • Waktu Siklus (Bulan) = Waktu yang diperlukan dalam bulan untuk membuat satu proses produk sampai produk itu dipasarkan.
  • Rasio Pinjaman = Jumlah rasio pinjaman yang akan dilakukan dari nilai investasi dan biaya operasi untuk menjalankan usaha.Contoh : Rasio 50 % berarti dari total rencana investasi 50% nya adalah pinjaman.
  • Suku bunga pinjaman = suku bunga dari pinjaman selama 1 tahun .
  • Waktu Pinjaman = lama dari waktu pinjaman.
  • Tanggal Mulai = tanggal dimana proyek investasi rencana dijalankan.
  • Tools Delete = untuk menghapus data rencana proyek.
  • Tools Edit = untuk mengubah data rencana proyek.

 

 

3. Data Rencana Produk

Berisi informasi Data Rencana Produk yang akan diproduksi sebagai rencana investasi. Data Rencana Produk informasinya diinputkan melalui form Data Rencana Produk yang akan tampil saat kita klik Add Data. Data Rencana Produk dapat mempermudah kita untuk menyimpan data data produk sebagai bahan analisa kelayakan investasi.

Informasi yang terdapat di tabel data rencana produk adalah :

  • Nama rencana proyek = Nama dari rencana proyek investasi yang akan dilakukan. Contoh: Budidaya Udang, Peternakan Kambing Etawa, Penggemukan Sapi ...dll
  • Nama produk = nama produk yang dihasilkan dari proyek investasi. Contoh : daging ayam, telor omega 3, dll
  • Satuan = jenis satuan dari produk.
  • Harga Satuan = Harga dari setiap satuan produk yang akan dijual.
  • Spesifikasi = Mutu yang akan dihasilkan dan menjadi standar dari produksi. Contoh : berat 1000 gram/ekor.
  • Tools Delete = untuk menghapus data rencana produk.
  • Tools Edit = untuk mengubah data rencana produk.

 

4. Biaya Investasi

Berisi informasi data biaya investasi yaitu biaya yang dikeluarkan diawal untuk memulai usaha yang memiliki umur layan contoh seperti pembelian peralatan, pembuatan kandang dll, dimana informasinya kita inputkan melalui form Biaya Investasi yang akan tampil saat kita klik Add Data. Data Biaya Investasi digunakan untuk analisa biaya penyusutan akibat pemanfaatannya untuk menghasilkan produk yang bernilai.

Informasi yang terdapat di tabel data biaya investasi adalah :

  • Nama rencana proyek = Nama dari rencana proyek investasi yang akan dilakukan. Contoh: Budidaya Udang, Peternakan Kambing Etawa, Penggemukan Sapi ...dll
  • Nama Biaya Investasi = nama barang yang akan diadakan/beli untuk investasi. Contoh : kandang, mesin, green house, dll, yang memiliki umur pelayanan
  • Jumlah = jumlah dari barang yang akan diadakan/dibeli.
  • Satuan = jenis satuan dari barang.
  • Harga Satuan = Harga dari barang investasi.
  • Total biaya = Jumlah x Harga satuan (nilai dari barang investasi)
  • Usia layanan (tahun) = Umur dari barang investasi
  • Nilai sisa (%) = nilai sisa dalam % dari barang investasi setelah dipakai selama umur layanan dibandingkan harga awal pembelian/pengadaan barang.
  • Nilai Penyusutan (per bulan) = hasil perhitungan dari nilai penyusutan barang per bulan. Data ini berguna untuk mengetahui beban dari penyusutan barang investasi terhadap nilai kelayakan investasi.
  • Tools Delete = untuk menghapus data biaya investasi.
  • Tools Edit = untuk mengubah data biaya investasi.

 

5. Biaya Produksi/Operasi

Berisi informasi data biaya produksi/operasi yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan selama produksi/operasi untuk menghasilkan produk contoh pembelian bibit, pembelian pakan, upah pekerja, listrik dll, dimana informasinya kita inputkan melalui form Biaya Produksi/Operasi yang akan tampil saat kita klik Add Data. Data Biaya Produksi atau operasi digunakan untuk analisa kelayakan investasi.

Informasi yang terdapat di tabel data biaya produksi/operasi adalah :

  • Nama rencana proyek = Nama dari rencana proyek investasi yang akan dilakukan. Contoh: Budidaya Udang, Peternakan Kambing Etawa, Penggemukan Sapi ...dll
  • Nama produk = nama produk yang dihasilkan dari proyek investasi. Contoh : daging ayam, telor omega 3, dll
  • Biaya operasi = nilai biaya pembelian barang/pengeluaran untuk operasi/produksi.
  • Jumlah = jumlah dari barang.
  • Satuan = jenis satuan dari barang.
  • Harga Satuan = Harga dari barang.
  • Total biaya = Jumlah x Harga satuan (nilai dari barang)
  • Tools Delete = untuk menghapus data biaya produksi.
  • Tools Edit = untuk mengubah data biaya produksi.

 

6. Rencana Pendapatan

Berisi informasi data rencana pendapatan yang merupakan hasil dari proses produksi. Contoh : Penjualan udang , kambing, sapi dll. Informasi kita masukan melalui form Data Rencana Pendapatan yang akan tampil saat kita klik Add Data. Data Rencana pendapatan ini digunakan untuk analisa kelayakan investasi proyek

Informasi yang terdapat di tabel data rencana pendapatan adalah :

  • Nama rencana proyek = Nama dari rencana proyek investasi yang akan dilakukan. Contoh: Budidaya Udang, Peternakan Kambing Etawa, Penggemukan Sapi ...dll
  • Nama produk = nama produk yang dihasilkan dari proyek investasi. Contoh : daging ayam, telor omega 3, dll
  • Jumlah = jumlah dari barang yang diproduksi/dihasilkan.
  • Satuan = jenis satuan dari barang.
  • Harga Satuan = Harga dari barang yang dihasilkan.
  • Total pendapatan = Jumlah x Harga satuan (nilai dari barang yang dihasilkan)
  • Tools Delete = untuk menghapus data rencana pendapatan.
  • Tools Edit = untuk mengubah data rencana pendapatan.

 

7. Analisa Kelayakan per Produk

Berisi informasi analisa kelayakan per produk dari setiap rencana produk yang kita rencanakan. Analisa kelayakan produk ini memberikan kita gambaran produk-produk mana yang akan memberikan keuntungan terbaik, berapa BEP harga, berapa BEP produksi, nilai Revenue per Cost (R/C) dan waktu pengembalian modal (Payback Period). Informasi-informasi ini berguna bagi investor untuk mengambil keputusan investasi dan dapat memberikan gambaran apakah rencana usaha investasi menguntungkan apa tidak.

Informasi yang terdapat di tabel data analisa kelayakan per produk adalah :

  • Tanggal analisa = tanggal dimana analisa dilakukan
  • Nama rencana proyek = Nama dari rencana proyek investasi yang akan dilakukan. Contoh: Budidaya Udang, Peternakan Kambing Etawa, Penggemukan Sapi ...dll
  • Alamat = alamat dari rencana proyek
  • Biaya investasi = nilai dari biaya investasi.
  • Biaya penyusutan per bulan = nilai dari biaya penyusutan barang per bulan akibat pemakaian untuk produksi
  • Biaya operasi = biaya yang dikeluarkan untuk operasi/produksi.
  • Rasio Pinjaman (%) = perbandingan antara nilai pinjaman dengan biaya investasi
  • Bunga Pinjaman (%) = persentase bunga dari nilai pinjaman.
  • Nilai Pinjaman = besarnya nilai pinjaman.
  • Beban Bunga per bulan = nilai bunga yang harus dibayar per bulan kepada pemberi pinjaman.
  • Angsuran bank per bulan = nilai angsuran per bulan untuk menyelesaikan pinjaman.
  • Nama Produk = nama dari produk yang dihasilkan.
  • Jumlah Rencana Produksi = jumlah dari rencana produksi.
  • Harga Jual = harga jual dari produk.
  • Biaya Penyusutan per siklus = nilai dari penyusutan barang investasi selama satu siklus produksi.
  • Biaya Operasi per siklus = nilai biaya yang dikeluarkan selama satu siklus untuk menghasilkan produk (operasi).
  • Beban Bunga per siklus = nilai biaya bunga pinjaman selama satu siklus.
  • Rencana Pendapatan per Produk = nilai dari rencana pendapatan dari penjualan produk.
  • Keuntungan per Produk = nilai dari rencana keuntungan penjualan produk (pendapatan-pengeluaran-beban).
  • BEP Harga = harga penjualan produk dimana usaha tidak rugi dan tidak untung (balance), ini untuk menjadi batasan minimal harga penjualan agar usaha dapat keuntungan.
  • BEP Produksi = jumlah produksi dimana usaha tidak rugi dan tidak untung (balance), ini untuk menjadi target minimal produksi agar usaha dapat keuntungan.
  • R/C = adalah revenue/cost atau total nilai pendapatan dibandingkan pengeluaran. Bila R/C > 1 berarti usaha menguntungkan. Bila R/C < 1 berarti usaha merugikan
  • Payback Period (Tahun) = lama waktu tingkat pengembalian modal. Semakin cepat Payback Period (Tahun) semakin layak bentuk usaha.
  • Tanggal Pengembalian Modal = waktu dimana modal akan kembali dari hasil analisa kelayakan investasi.
  • Keterangan = penjelasan rekomendasi dari kelayakan investasi.
  • Tools Delete = untuk menghapus data analisa kelayakan per produk dari jenis proyek investasi.

 

8. Analisa Kelayakan per Proyek

Berisi informasi analisa kelayakan per proyek dari setiap rencana proyek investasi yang kita rencanakan. Analisa kelayakan per proyek ini memberikan kita gambaran proyek-proyek mana yang akan memberikan keuntungan terbaik, nilai Revenue per Cost (R/C) terbesar dan waktu pengembalian modal (Payback Period) tercepat dari setiap rencana proyek investasi. Informasi-informasi ini berguna bagi investor untuk mengambil keputusan investasi dan dapat memberikan gambaran apakah rencana usaha investasi menguntungkan apa tidak. Dari analisa investasi yang terbaik kita dapat memilih (klik pilih investasi) untuk menjalankannya

Informasi yang terdapat di tabel data analisa kelayakan per proyek adalah :

  • Tanggal analisa = tanggal dimana analisa kelayakan per proyek dilakukan
  • Nama rencana proyek = Nama dari rencana proyek investasi yang akan dilakukan. Contoh: Budidaya Udang, Peternakan Kambing Etawa, Penggemukan Sapi ...dll
  • Alamat = alamat dari rencana proyek
  • Biaya investasi = nilai dari biaya investasi.
  • Biaya penyusutan per bulan = nilai dari biaya penyusutan barang per bulan akibat pemakaian untuk produksi
  • Biaya operasi = biaya yang dikeluarkan untuk operasi/produksi.
  • Rasio Pinjaman (%) = perbandingan antara nilai pinjaman dengan biaya investasi
  • Bunga Pinjaman (%) = persentase bunga dari nilai pinjaman.
  • Nilai Pinjaman = besarnya nilai pinjaman.
  • Beban Bunga per bulan = nilai bunga yang harus dibayar per bulan kepada pemberi pinjaman.
  • Angsuran bank per bulan = nilai angsuran per bulan untuk menyelesaikan pinjaman.
  • Biaya Penyusutan per siklus = nilai dari penyusutan barang investasi selama satu siklus produksi.
  • Biaya Operasi per siklus = nilai biaya yang dikeluarkan selama satu siklus untuk menghasilkan produk (operasi).
  • Beban Bunga per siklus = nilai biaya bunga pinjaman selama satu siklus.
  • Rencana Pendapatan per siklus = nilai dari rencana pendapatan dari penjualan.
  • Keuntungan per siklus = nilai dari rencana keuntungan penjualan (pendapatan-pengeluaran-beban).
  • BEP Harga = harga penjualan produk dimana usaha tidak rugi dan tidak untung (balance), ini untuk menjadi batasan minimal harga penjualan agar usaha dapat keuntungan.
  • BEP Produksi = jumlah produksi dimana usaha tidak rugi dan tidak untung (balance), ini untuk menjadi target minimal produksi agar usaha dapat keuntungan.
  • R/C = adalah revenue/cost atau total nilai pendapatan dibandingkan pengeluaran. Bila R/C > 1 berarti usaha menguntungkan. Bila R/C < 1 berarti usaha merugikan
  • Payback Period (Tahun) = lama waktu tingkat pengembalian modal. Semakin cepat Payback Period (Tahun) semakin layak bentuk usaha.
  • Tanggal Pengembalian Modal = waktu dimana modal akan kembali dari hasil analisa kelayakan investasi.
  • Keterangan = penjelasan rekomendasi dari kelayakan investasi.
  • Tools Delete = untuk menghapus data analisa kelayakan per proyek.
  • Tools Investasi terpilih = untuk memilih investasi mana yang akan dijalankan dari beberapa alternatif investasi. Bila Inventasi terpilih di klik maka data analisa proyek yang terpilih akan masuk kedalam tabel Analisa Kelayakan Terpilih dan selanjutnya menjadi acuan/patokan monitoring investasi yang dijalankan.

 

9. Analisa Kelayakan Terpilih

Berisi informasi data Analisa Kelayakan Terpilih yang dapat digunakan sebagai acuan/patokan monitoring saat investasi sudah dijalankan. Dari tahapan proses analisa kelayakan investasi yang telah di lakukan kita dapat lebih bijaksana dalam memilih investasi mana yang optimum dijalankan dan dapat melakukan proses berikutnya.

Informasi yang terdapat di tabel data analisa kelayakan terpilih adalah :

    • Tanggal analisa = tanggal dimana analisa kelayakan proyek dipilih
    • Nama rencana proyek = Nama dari rencana proyek investasi yang akan dijalankan. Contoh: Budidaya Udang, Peternakan Kambing Etawa, Penggemukan Sapi ...dll
    • Alamat = alamat dari proyek investasi
    • Biaya investasi = nilai dari biaya investasi.
    • Biaya penyusutan per bulan = nilai dari biaya penyusutan barang per bulan akibat pemakaian untuk produksi
    • Biaya operasi = biaya yang dikeluarkan untuk operasi/produksi.
    • Rasio Pinjaman (%) = perbandingan antara nilai pinjaman dengan biaya investasi
    • Bunga Pinjaman (%) = persentase bunga dari nilai pinjaman.
    • Nilai Pinjaman = besarnya nilai pinjaman.
    • Beban Bunga per bulan = nilai bunga yang harus dibayar per bulan kepada pemberi pinjaman.
    • Angsuran bank per bulan = nilai angsuran per bulan untuk menyelesaikan pinjaman.
    • Biaya Penyusutan per siklus = nilai dari penyusutan barang investasi selama satu siklus produksi.
    • Biaya Operasi per siklus = nilai biaya yang dikeluarkan selama satu siklus untuk menghasilkan produk (operasi).
    • Beban Bunga per siklus = nilai biaya bunga pinjaman selama satu siklus.
    • Rencana Pendapatan per siklus = nilai dari rencana pendapatan dari penjualan.
    • Keuntungan per siklus = nilai dari rencana keuntungan penjualan (pendapatan-pengeluaran-beban).
    • BEP Harga = harga penjualan produk dimana usaha tidak rugi dan tidak untung (balance) pada proyek investasi terpilih.
    • BEP Produksi = jumlah produksi dimana usaha tidak rugi dan tidak untung (balance) pada proyek investasi terpilih.
    • R/C = adalah revenue/cost atau total nilai pendapatan dibandingkan pengeluaran. Pada proyek investasi terpilih
    • Payback Period (Tahun) = lama waktu tingkat pengembalian modal pada proyek investasi terpilih.
    • Tanggal Pengembalian Modal = waktu dimana modal akan kembali pada proyek investasi terpilih.
    • Keterangan = penjelasan rekomendasi dari kelayakan investasi terpilih.
    • Tools Delete = untuk menghapus data analisa kelayakan proyek terpilih.

 

10. Laporan Kelayakan Investasi

Berisi laporan-laporan dan analisa yang kita perlukan berkaitan dengan Kelayakan Investasi dari data yang telah kita input/analisa dan dapat dicetak (print). Laporan ini terdiri dari:

      • Laporan Rencana Proyek
      • Laporan Biaya Investasi
      • Laporan Biaya Produksi/Operasi
      • Laporan Rencana Pendapatan
      • Laporan Analisa Kelayakan per Produk
      • Laporan Analisa Kelayakan per Proyek
      • Laporan Analisa Kelayakan Terpilih



MONITORING INVESTASI

 

11. Data Proyek Investasi

Berisi informasi Data Proyek Investasi yang akan dijalankan. Data Proyek Investasi di dapat dari hasil analisa kelayakan investasi yang telah dilakukan sebelumnya. Data Proyek Investasi informasinya diinputkan melalui form Data Proyek Investasi yang akan tampil saat kita klik Add Data. Data Proyek Investasi dapat mempermudah kita untuk menyimpan data-data proyek Investasi sebagai bahan monitoring investasi.

 

12. Data Produk

Berisi informasi data produk untuk rencana monitoring investasi. Informasi kita masukan melalui form Data Produk yang akan tampil saat kita klik Add Data. Data Produk memberikan informasi nama proyek investasi, nama produk, satuan, harga satuan dan spesifikasi dari produk

 

13. Data Biaya Pengeluaran Investasi

Berisi informasi data pengeluaran investasi aktual yang dilakukan untuk analisa monitoring investasi. Informasi kita masukan melalui form Data Pengeluaran Investasi yang akan tampil saat kita klik Add Data.

 

14. Data Pendapatan Investasi

Berisi informasi data pendapatan investasi yang dilakukan untuk analisa monitoring investasi. Informasi kita masukan melalui form Data Pendapatan Investasi yang akan tampil saat kita klik Add Data.

 

15. Data Monitoring Investasi

Berisi informasi data hasil analisa monitoring investasi yang dilakukan dari data-data investasi, pengeluaran dan pendapatan. Informasi kita masukan melalui form Monitoring Investasi yang akan tampil saat kita klik Add Data. dari hasil analisa monitoring investasi ini kita dapat mengamati jalannya usaha investasi dibandingkan rencana. Kita bisa mengambil keputusan kedepan terkait jalannya usaha investasi.

 

16. Laporan Monitoring Investasi

Berisi laporan-laporan dan analisa yang kita perlukan berkaitan dengan Monitoring Investasi dari data yang telah kita input dan dapat dicetak (print). Laporan ini terdiri dari:

      • Laporan Proyek
      • Laporan Biaya Pengeluaran Investasi per Bulan
      • Laporan Biaya Pengeluaran Investasi per Periode
      • Laporan Biaya Pengeluaran Investasi per Tahun
      • Laporan Biaya Pengeluaran Operasi per Bulan
      • Laporan Biaya Pengeluaran Operasi per Periode
      • Laporan Biaya Pengeluaran Operasi per Tahun
      • Laporan Pendapatan Investasi per Bulan
      • Laporan Pendapatan Investasi per Periode
      • Laporan Pendapatan Investasi per Tahun
      • Laporan Data Monitoring Investasi

 

Semoga fitur Kelayakan Investasi dan Monitoring dapat bermanfaat bagi semua pengusaha dalam mengembangkan usahanya. Sehingga "Setiap orang boleh berkembang dan Indonesia harus maju" menjadi kenyataan. Karena RANJANANUSA dengan Rasa Hati yang Kuat (Cinta) ingin membantu menciptakan banyak makanan dan lapangan kerja untuk masyarakat Indonesia.